Rabu, 29 Januari 2014

Kekuatan Pikiran

Jika kau berpikir kau lelah, kau akan lelah
Jika kau pikir kau tidak berani, kau tak akan berani
Jika kau ingin menang, namun kau berpikir kau tak bisa
Hampir dipastikan kau takkan menang

Jika kau beripikir kau akan kalah, kau kalah
Karena di dunia kita akan menemukan,
kesuksesan diawali dengan keinginan seseorang
semuanya ada dalam kondisi pikiran

Jika kau berpikir kau cemerlang, kau akan cemerlang
Kau harus berpikir tinggi-tinggi untuk menjulang
Kau harus yakin pada diri sendiri sebelum,
Kau bisa memenangi sebuah hadiah

Pertarungan kehidupan tidak selalu berpihak
Pada orang yang lebih kuat atau lebih cepat
Tetapi cepat atau lambat orang yang menang
Adalah orang yeng berpikir dia bisa!

Kamis, 23 Januari 2014

Malas, Sifat Dasar Manusia

Lazy Homer

Dalam kehidupan setiap manusia, pasti tidak akan pernah lepas dari kemalasan. Malas adalah sifat dasar manusia yang apabila diikuti akan menjadi-jadi dan akan menjadi sebuah kebiasaan. Dan lebih beruknya lagi, malas adalah kebiasaan yang meskipun dilawan dan dihilangkan pasti akan tumbuh lagi.

Begitulah dahsyatnya malas, bahkan dengan keteguhan tingkat tinggi pun akan sangat sulit untuk menghilangkannya. Dibutuhkan tidak sekedar keteguhan, akan tetapi pengerahan seluruh armada dari sisi positif manusia yang saling bahu-membahu untuk mengusir malas.

Malas adalah akar dari segala keburukan. Seorang pelajar yang malas akan kesulitan menyelasaikan tugasnya, seorang pekerja yang malas kemungkinan besar akan kehilangan pekerjaannya, seorang wirausaha malas hanya akan menghabiskan uang modal usahanya, begitupun dengan yang lainnya.

Kemalasan, yang walaupun tak ada undangan bahkan sering sekali menerima penolakan, adalah suatu sifat yang paling rajin dan rutin menyambangi semua manusia. Meskipun sifat itu bernama malas, akan tetapi kerajinan dan kedisiplinannya dalam menyambangi manusia tidak ada yang menandingi.

Mungkin, satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan malas adalah dengan strategi ala malas itu sendiri, yaitu ketika malas itu datang kita harus ingat bahwa "malas aja rajin menyambangi saya, masa saya kalah sama malas? Saya harus rajin, seperti malas yang rajin mendatangi saya". Saya berharap anda tidak bingung untuk memahaminya.

Bangun! dan kerjakanlah semua dengan happy, selamat beraktivitas dan meskipun hujan mengguyur, semangat kita tak boleh kendur.

Senin, 20 Januari 2014

Berbisnis Dengan Thomas A. Edison


Ketika Edwin C. Barnes turun dari kereta barang di West Orange, New Jersey, penampilannya mungkin seperti gelandangan, tetapi pemikirannya adalah pemikiran seorang raja.

Saat dia berjalan menyusuri jalur kereta api menuju kantor Thomas A. Edison, pikirannya sibuk bekerja. Dia melihat dirinya berdiri dihadapan Edison. Dia mendengar dirinya meminta kepada Edison sebuah sebuah kesempatan untuk mewujudkan obsesi terbesar dalam hidupnya -sebuah obsesi membara untuk menjadi rekan bisnis sang penemu besar-.

Keinginan Barnes bukanlah harapan, bukan pula anganan. Keinginan Barnes adalah sebuah keinginan yang berdenyut-denyut, yang melebihi segalanya. Keinginan itu pasti.

Beberapa tahun kemudian, Barnes kembali berdiri dihadapan Edison, di kantor sang penemu. Kali ini keinginannya telah menjadi kenyataan. Dia sedang berbisnis dengan Edison. Mimpi yang telah mendominasi kehidupannya telah menjadi kenyataan.

Barnes sukses karena dia memilih sebuah tujuan yang pasti, menempatkan seluruh energinya, seluruh keteguhannya, seluruh upayanya -dia mencurahkan segala hal yang dimilikinya untuk meraih tujuan itu-.

Lima tahun berlalu kesempatan yang dia cari muncul. Bagi semua orang, kecuali dirinya, dia adlah slah satu dari roda gigi bisnis Edison. Tetapi dalam benak Barnes sendiri, dia senantiasa menjadi mitra Edison sejak dia pertama kali kerja di sana.

Ketika dia datang ke West Orange dia tidak berkata kepada dirinya, "Saya akan berusaha membujuk Edison untuk memberi saya pekerjaan". Tetapi dia berkata, "Saya akan menemui Edison, dan membuatnya melihat bahwa saya datang untuk berbisnis dengannya".

Dia tidak beerkata, "Saya akan membuka mata untuk kesempatan yang lain, sekiranya saya gagal meraih apa yang saya inginkan dalam perusahaan Edison". Dia beerkata, "Hanya ada satu hal di dunia ini yang harus saya capai, dan itu adaalah menjadi rekan bisnis Thomas A. Edison. Saya akan membuang segala perasaan ingin mundur dan mempetaruhkan seluruh masa depan saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan".

Dia tidak membiarkan dirinya mundur lagi. Dia harus menang atau mati!

Demikianlah kisah kesuksesan Barnes, yang diambil dari buku Napoleon Hill, Think And Grow Rich.

Minggu, 19 Januari 2014

Peluang Itu Selalu Ada, Tapi..


Hari baru, semangat baru, peluang baru, dan demikian seterusnya. Peluang itu akan selalu ada, tergantung pada kita sendiri apakah mau mencari peluang baru, mengubahnya menjadi sesuatu yang besar ataukah kita hanya menunggu sebuah peluang emas yang mungkin tak pernah datang.

Dalam pertandingan sepak bola, tim juara akan selalu berusaha menyerang untuk mendapatkan sebanyak mungkin peluang untuk mencetak gol, yang walaupun dari banyak kesempatan hanya ada satu atau dua gol yang berhasil dicetak. Apabila sebuah tim hanya menunggu peluang emas datang, tanpa adanya kreativitas yang dibangun untuk menciptakan peluang, maka hampir dapat dipastikan tim tersebut justru akan semakin diserang oleh lawan dan ujungnya pasti sebuah kekalahan.

Kemenangan, bisa diartikan kesuksesan dalam kehidupan, adalah untuk mereka yang selalu belajar, berjuang, bekerja keras, dan tidak hanya menunggu hujan emas. Dalam kehidupan mereka, tidak kata terlambat dan menyerah malah justru sebaliknya, mereka yakin bahwa peluang itu selalu ada dan butuh perjuangan untuk meraihnya dan mengubahnya menjadi kemenangan dan kesuksesan.

Ada banyak sekali cerita yang menyebutkan tentang kisah-kisah orang yang sukses yang berawal dari keadaan sangat kekurangan, bahkan mungkin lebih dari sekedar kekurangan. Bagi kebanyakan orang, mungkin mereka akan frustasi dan menyalahakan semua pihak. Tapi, bagi seorang pemenang, tidak ada kata menyerah, mereka justru lebih termotivasi dengan keadaan yang tidak menguntungkan.

Selamat berlibur, dan jadikanlah hari-harimu indah dan menyenangkan.

Sabtu, 18 Januari 2014

Yang Gagal Bukan Berarti Yang Kalah


Failure is the road to success, begitulah kata-kata yang lazim kita dengarkan. Mudah, enak didengar tapi amat sangat susah untuk dilaksanakan, karena itulah sifat dasar manusia yang sangat malas untuk mengulang sesuatu yang gagal sampai ia menuju kesuksesan. Dan itulah alasan kenapa sangat sedikit sekali orang yang sukses, karena kebanyakan orang takut akan kegagalan.

Proses menuju kesuksesan ibarat seseorang yang tersesat ditengah hutan mencari jalan keluar. Itu adalah suatu perjalanan yang sangat mengerikan bagi kebanyakan orang. Kalah sebelum berperang, menyerah sebelum bertanding, adalah sedikit kata-kata yang tepat untuk menggambarkan orang yang takut gagal.

Tokoh-tokoh sukses seperti Thomas A. Edison, Albert Einstein, acapkali tidak peduli dengan kegagalan yang mereka alami. Bahkan Thomas Edison sebelum menemukan lampu pijar, dia harus lebih dulu merasakan kegagalan lebih dari 10.000 kali. Kata-kata yang diucapkan Thomas Edison untuk terus melangkah dan mengabaikan kegagalan adalah "I have not failed. I've just found 10.000 ways that won't work." Saya tidak gagal, Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak bekerja.

Semangat juang, keyakinan, keteguhan dan kerja keras merupakan syarat mutlak menuju kesuksesan. Tidak ada tawar menawar untuk sukses, karna harga sebuah kesuksesan tidaklah murah. Gagal, bangkit, coba lagi, dan seterusnya proses itu akan berlanjut sampai pada kesuksesan. Intinya, jangan jadikan kegagalan alasan untuk tidak sukses.

Selamat beraktivitas, dan semoga anda semua tidak menyerah hanya karena sebuah kegagalan, karena setelah kegagalan itu terlewati kesuksesan telah menunngu.